Laporan bacaan

 Bahan Ajar


Oleh: Ni'ma

Nim:11901296


Bahan Ajar

a. Pengertian Bahan Ajar 

      Bahan ajar merupakan salah satu perangkat materi atau substansi pembelajaran yang disusun secara sistematis, serta menampilkan secara utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran.Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

     Menurut Andi Prastowo dalam bukunya yang  berjudul Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif disebutkan bahwa bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok  utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perencanaan dan penelaah implementasi pembelajaran.

b. Fungsi Bahan Ajar

Fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fungsi bagi guru dan fungsi bagi siswa.

1) Fungsi bahan ajar bagi guru, antara lain:

  • Menghemat waktu guru dalam mengajar.

  • Mengubah peran guru dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator.

  • Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.

  • Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran.

2) Fungsi bahan ajar bagi siswa, antara lain:

  • Siswa dapat belajar tanpa harus ada guru atau teman siswa yang lain.

  • Siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja ia kehendaki.

  • Membantu potensi siswa untuk menjadi pelajar yang mandiri.

  • Sebagai pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari dan dikuasainya, serta sebagai sumber belajar tambahan untuk siswa.


c. Jenis-jenis Bahan Ajar

    Bahan ajar menurut bentuknya dibedakan menjadi empat macam, yaitu bahan ajar cetak, bahan ajar dengar, bahan ajar pandang dengar, dan bahan ajar interaktif.

1) Bahan ajar cetak merupakan sejumlah bahan ajar yang berbentuk kertas untuk keperluan pembelajaran atau untuk menyampaikan sebuah informasi. Misalnya buku, modul, handout, lembar kerja siswa, brosur, foto atau gambar, dan lain-lain.

2) Bahan ajar dengar atau program audio merupakan sistem pembelajaran yang menggunakan sinyal radio secara langsung, yang mana dapat dimainkan atau didengarkan oleh seseorang atau sekelompok orang. Misalnya kaset, radio, compact disk audio.

3) Bahan ajar pandang dengar (audio visual) 

merupakan kombinasi sinyal audio dengan gambar bergerak secara sekuensial. Misalnya  film, video compact disk.

4) Bahan ajar interaktif yakni kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang kemudian dimanipulasi oleh penggunanya atau diberi perlakuan untuk mengendalikan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi. Misalnya compact disk interactive.

     Bahan ajar berdasarkan sifatnya dapat dibagi empat macam, yaitu

1) Bahan ajar yang berbasis cetak misalnya buku, pamflet, panduan belajar siswa, bahan tutorial, buku kerja siswa, peta, charts, foto bahan dari majalah, koran, dan lain sebagainya.

2) Bahan ajar yang berbasis teknologi misalnya 

audio cassette, siaran radio, slide, filmstrips, film video cassettes, siaran televisi, video interaktif, computer based tutorial, dan multimedia.

3) Bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek misalnya kit sains, lembar observasi, lembar wawancara, dan lain sebagainya.

4) Bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan  interaktif manusia (terutama untuk keperluan  pendidikan jarak jauh) misalnya, telepon, hand 

phone, video conferencing, dan lain sebagainya.

    Menurut cara kerjanya, bahan ajar dibedakan menjadi lima macam, yaitu bahan ajar yang tidak diproyeksikan, bahan ajar yang diproyeksikan, bahan ajar audio, bahan ajar video, dan bahan ajar komputer.

1) Bahan ajar yang tidak diproyeksikan, yakni 

bahan ajar yang tidak memerlukan perangkat  proyektor untuk memproyeksikan isi di dalamnya, sehingga siswa bisa langsung menggunakan bahan ajar tersebut. Misalnya foto, diagram, display, model, dan lain sebagainya.

2) Bahan ajar yang diproyeksikan, yakni bahan ajar yang memerlukan proyektor agar bisa dimanfaatkan atau dipelajari siswa. Misalnya slide, filmstrips, over head trandparencies, dan proyeksi komputer.

3) Bahan ajar audio, yakni bahan ajar yang berupa sinyal audio yang direkam dalam suatu media rekam. Untuk menggunakannya, kita mesti memerlukan alat pemain (player) media rekam tersebut, seperti tape compo, CD player, VCD player, multimedia player, dan lain sebagainya. Contoh bahan ajar seperti ini adalah kaset, CD, flashdisk, dan lain-lain.

4) Bahan ajar video, yakni bahan ajar yang memerlukan alat pemutar yang biasanya berbentuk video tape player, VCD player, DVD player, dan sebagainya. Karena bahan ajar ini hampir mirip dengan bahan ajar audio, maka bahan ajar ini juga memerlukan media rekam. Contoh bahan ajar seperti ini yaitu video, film, dan lai sebagainya.

5) Bahan ajar (media) komputer, yakni bahan ajar non cetak yang membutuhkan komputer untuk menanyakan sesuatu untuk belajar. Contohnya, computer mediated instruction dan computer based multimedia atau hypermedia.

d. Bahan Ajar Berbentuk Buku

    Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, salah satu bentuk bahan ajar cetak berupa buku. Buku merupakan bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan buah pikiran dari pengarangnya.Buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti, disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan keterangan-keterangannya, isi buku juga menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan ide penulisannya, bagaimana bunyi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 6 yang menyatakan bahwa ”Buku teks digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran”.

     Menurut Andi Prastowo dalam bukunya yang berjudul Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif disebutkan, buku adalah bahan tertulis dalam bentuk lembaran-lembaran kertas yang dijilid dan diberi kulit (cover), yang menyajikan ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis oleh pengarangnya. Sementara yang disebut dengan buku teks pelajaran adalah buku yang berisi ilmu pengetahuan, yang diturunkan dari kompetensi dasar yang tertuang dalam kurikulum, dimana buku tersebut digunakan oleh siswa untuk belajar.

e. Buku Ajar yang Baik

     Bahan ajar merupakan sebuah susunan atas bahan-bahan yang berhasil dikumpulkan dan berasal dari berbagai sumber belajar yang dibuat secara sistematis. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bahan ajar buku diuraikan sebagai berikut:

1). Kesesuaian Materi

    Kesesuaian materi yang terdapat dalam buku teks pelajaran berstandar yang akan dipilih melalui rapat guru yang dapat dilakukan dengan menggunakan pertimbangan hal-hal sebagai berikut:

  • Tujuan pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa;

  • Materi yang dikembangkan memiliki kekuatan bagi proses pembelajaran;

  • Materi memiliki kesejalanan dengan konsep guruan;

  • Materi akurat, mutakhir, dan sesuai dengan konteks dan kemampuan berpikir siswa;

  • Materi dibahas secara mendalam sesuai dengan keperluan pembelajaran.

2). Penyajian Materi

    Penyajian buku teks merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan oleh guru dalam memilih buku teks pelajaran berstandar nasional. Aspek-aspek yang perlu mendapat pertimbangan adalah:

  • Penyajian peta konsep dan tujuan pembelajaran mudah dipahami oleh siswa;

  • Urutan materi dan hubungan antara materi disajikan sistematis dan logis;

  • Penyajian materi dan ilustrasi atau gambar memotivasi siswa untuk belajar;

  • Materi disajikan mendorong umpan balik dan refleksi diri siswa;

  • Anatomi buku disajikan dengan model yang mudah dipahami siswa.


3). Bahasa, Keterbacaan, dan Grafis

     Aspek lain yang sangat penting bagi buku teks adalah bahasa yang digunakan. Aspek keterbacaan (readability) sangat menentukan keterpahaman dan kemenarikan buku teks.Aspek lainnya adalah grafika yang turut pula menentukan kualitas suatu buku teks. Oleh karena itu, dalam memilih buku perlu mempertimbangkan aspek-aspek berikut:

  • Ketepatan dalam menggunakan pilihan kata dan gaya bahasa;

  • Kalimat yang digunakan pada umumnya mudah dipahami;

  • Paragraf yang disajikan tidak membingungkan;

  • Memiliki keterbacaan yang sesuai dengan usia baca dari siswa;

  • Penggunaan tata letak dan tipografi buku dapat meningkatkan pemahaman siswa.


4). Latihan dan Soal

      Salah satu ciri yang membedakan buku teks dengan jenis buku lain adalah ketersediaan latihan dan soal. Oleh karena itu dalam memilih buku teks perlu mempertimbangkan aspek ini. Adapun hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan adalah:

  • Latihan dan soal yang dikembangkan berkualitas dan fungsional;

  • Latihan-latihan sesuai dengan kompetensi dasar yang dibelajarkan;

  • Soal yang digunakan mengukur kemampuan siswa secara komprehensif.


   Buku yang berkualitas harus memenuhi beberapa kriteria lain sebagai berikut:

Substansi yang dibahas harus mencakup kompetensi atau sub kompetensi yang relevan dengan profil kemampuan tamatan.

  • Substansi yang dibahas harus benar, lengkap, dan aktual, meliputi konsep fakta, prosedur, istilah dan notasi serta disusun berdasarkan hirarki atau step penguasaan kompetensi.

  • Tingkat keterbacaan, baik dari segi kesulitan bahasa maupun substansi harus sesuai dengan tingkat kemampuan pembelajaran.

  • Sistematika penyusunan bahan ajar harus jelas, runtut, lengkap, dan mudah dipahami.



Sumber: http://eprints.walisongo.ac.id/6866/3/BAB%20%20II.pdf




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Bacaan

Laporan Bacaan

kultur sekolah