Laporan bacaan

                        Perangkat pembelajaran

Nama: Ni'ma

Nim: 11901296


a. Pengertian Perangkat Pembelajaran

         Menurut Nazarudin (2007: 111) perangkat pembelajaran adalah segala sesuatu atau beberapa persiapan yang disusun oleh guru baik secara individu maupun berkelompok agar pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dapat 

dilakukan secara sistematis dan memperoleh hasil seperti yang diharapkan, sedangkan perangkat pembelajaran yang dimaksud terdiri atas Analisis Pekan Efektif, Program Tahunan, Program Semester, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan Kriteria Ketuntasan Minimal. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS).


b. Jenis Perangkat Pembelajaran

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Menurut Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan pembelajaran yang 

diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus dipenuhi, yaitu:

1. Identitas

2. Indikator

3. Tujuan pembelajaran

4. Materi pembelajaran

5. Metode pembelajaran

6. Langkah-langkah pembelajaran

7. Sumber belajar

8. Penilaian hasil belajar

   Komponen-komponen tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam 

langkah-langkah penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran seperti berikut.

1. Mengisi Identitas

    Identitas memuat nama mata pelajaran, sekolah, kelas/semester, alokasi waktu, SK dan KD.

2. Merumuskan indikator

    Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai 

oleh perubahan perilaku yang dapat diukur. Indikator dikembangkan sesuai 

dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi 

daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan teramati. 

Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

3. Merumuskan tujuan pembelajaran

    Tujuan pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang ditarget dalam 

perencanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk 

pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar.

4. Mengidentifikasi materi pembelajaran

    Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi  pokok yang ada dalam silabus.

5. Menentukan metode pembelajaran

    Metode bisa diartikan sebagai cara yang dipilih atau model atau pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran

6. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran

      Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan, yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran diwujudkan melalui penggunaan metode, pendekatan atau model yang dipilih dan bervariasi.

7. Menentukan sumber belajar

    Pemilihan sumber belajar mengacu pada rumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan.

8. Menetapkan penilaian

     Penilaian terdiri atas tiga hal penting yaitu teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen penilaian. Penilaian pencapaian kompetensi dasar siswa dilakukan berdasarkan indikator yang telah disusun. Jika penilaian menggunakan tes tertulis uraian atau berupa proyek maka penilaian harus disertai rubrik penilaian.

     Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, penyusunan RPP memiliki beberapa prinsip sebagai berikut.

1. Memperhatikan perbedaan individu siswa

   RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai dan/atau lingkungan siswa.

2. Mendorong partisipasi aktif siswa

    Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada siswa untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian dan semangat belajar.

3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis 

   Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran 

membaca, pemahaman belajar bacaan dan berekspresi dalam berbagai bentuk 

tulisan.

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

    RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan

   RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

     RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

     RPP yang baik adalah RPP yang mencakup seluruh komponen-komponen RPP serta dalam penyusunannya memperhatikan prinsip-prinsip RPP.


2) Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

    Menurut Theresia Widyantini (2013: 3) Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan siswa yang berisi petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa. Menurut Abdul Majid (2006:176) Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Berdasarkan beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah lembaran tugas berupa petunjuk atau langkah-langkah kegiatan dari guru kepada siswa untuk mempermudah siswa dalam menyelesaikan suatu tugas.

    Komponen Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menurut Depdiknas (2008: 23) terdiri dari judul, KD yang akan dicapai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang harus dikerjakan.

Menurut Depdiknas (2008: 23) langkah penyusunan Lembar Kegiatan 

Siswa (LKS) adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis kurikulum

    Menganalisis kurikulum untuk menentukan materi-materi mana yang memerlukan bahan ajar LKS. Materi ditentukan dengan cara melihat materi pokok dan pengalaman belajar dari materi yang akan diajarkan dan kompetensi yang harus dimiliki siswa.

2. Menyusun peta kebutuhan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

   Peta kebutuhan LKS digunakan untuk menentukan urutan dan jumlah SKS yang harus ditulis. Pada tahap ini dilakukan analisis sumber belajar.

3. Menentukan judul Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

      Judul LKS ditentukan atas dasar KD, materi pokok, atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum. Satu KD dapat dijadikan sebagai satu judul apabila kompetensi itu tidak terlalu besar, sedangkan besarnya KD dapat dideteksi dengan cara diuraikan ke dalam materi pokok. Materi pokok yang lebih dari empat sebaiknya dipecah menjadi dua LKS.

4. Menulis Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

    Penulisan LKS dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

a. Perumusan KD yang harus dikuasai

b. Menentukan alat penilaian

c. Penyusunan materi

     Menurut Depdiknas (2008: 28) setelah bahan LKS selesai ditulis maka LKS tersebut harus dievaluasi kelayakannya sesuai dengan komponen evaluasi yang mencakup komponen kelayakan isi, komponen kebahasaan, komponen sajian, dan komponen kegrafikan.

1. Komponen kelayakan isi antara lain:

a. Kesesuaian dengan SK dan KD

b. Kesesuaian dengan perkembangan anak

c. Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar

d. Kebenaran substansi materi pembelajaran

e. Manfaat untuk penambahan wawasan

f. Kesesuaian dengan nilai moral dan nilai-nilai sosial


2. Komponen kebahasaan antara lain:

a. Keterbacaan

b. Kejelasan informasi

c. Kesesuaian dengan Kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar

d. Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien (jelas dan singkat)


3. Komponen penyajian antara lain:

a. Kejelasan tujuan (indikator) yang ingin dicapai

b. Urutan sajian

c. Pemberian motivasi dan daya tarik

d. Interaksi (pemberian stimulus dan respons)

e. Kelengkapan informasi


4. Komponen kegrafikan antara lain:

a. Penggunaan jenis dan ukuran huruf

b. Layout atau tata letak

c. Ilustrasi, gambar, dan foto

d. Desain tampilan

  Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan, komponen evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur kelayakan LKS pada penelitian ini mencakup komponen kelayakan isi, komponen kebahasaan, komponen sajian dan komponen kegrafikan.


c. Pendekatan Pembelajaran

   Menurut Sa'dun Akbar (2013: 45) pendekatan pembelajaran adalah cara pandang untuk membelajarkan siswa melalui pusat perhatian tertentu. Menurut Iif Khoiru Ahmadi (2011: 4), pendekatan pembelajaran bisa diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.Pendekatan pembelajaran mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatarbelakangi metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. 

   Dari pendekatannya terdapat dua jenis pendekatan pembelajaran yaitu:

1. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student 

centered approach)

2. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher 

centered approach).



Sumber: https://eprints.uny.ac.id/37082/2/BAB%20II.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Bacaan

Laporan Bacaan

kultur sekolah